Suzuki Ertiga 2020 Harga, Promo September, Spesifikasi & Review

Overview Ertiga
Siklus hidup Suzuki Ertiga berlanjut ke fase regenerasi, setelah mencapai usia 6 tahun. Waktu yang tergolong pas untuk melahirkan model penerus. PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) pun tidak menyia-nyiakan peluncurannya di kuartal pertama, tepat di ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2018.

All-New Ertiga kembali menjadi kekuatan Suzuki dalam pertarungan segmen Low MPV yang kian berat. Apalagi ada saingan baru, Mitsubishi Xpander yang sedang naik daun. Desain keren dan fitur lengkap, jadi suatu kewajiban agar mampu memikat pasar. Tentu sebuah pekerjaan rumah tidak mudah, bagi pabrikan manapun yang bermain di kelas ini.

Atas dasar itu, Ertiga generasi kedua dikembangkan oleh prinsipal Suzuki di Jepang sesuai kebutuhan pasar tanah air dan Asia Tenggara. Banyak perubahan, meski terlihat seperti penyegaran fisik belaka. Mulai dari penggunaan platform HEARTECT yang diklaim lebih ringan. Basis ini juga dipakai oleh Suzuki Swift, Ignis dan juga Baleno. Mesin juga diperbesar jadi 1,5-liter dari sebelumnya 1,four-liter. Dimensi melar menambah luas kabin penumpang. Fitur baru sudah pasti ada, supaya bisa bersaing dengan para rival terdekatnya. Berharap ada peningkatan kualitas berkendara dari sebelumnya yang sudah terkenal nyaman.

Interior & Fitur Suzuki Ertiga
Rasa sempit yang hinggap di interior Ertiga lama telah terobati. Panjang yang bertambah 13 cm dan lebar four cm, berdampak pada ruang kaki lebih lapang. Tapi tidak terlampau banyak, karena wheelbase masih sama. Paling terasa dari bagasi yang bertambah besar. Model sebelumnya sangat terbatas bila kursi baris ketiga tidak dilipat. Metode pelipatan semua jok masih cukup praktis dan dapat tercipta lantai rata. Baris ketiga kini memiliki porsi 50:50, dan baris kedua 60:40. Sayang armrest tengah dihilangkan, tapi terkompensasi power outlet untuk penumpang baris kedua.

Desain dasbor mengalami ubahan dramatis. Panel kayu banyak menghias agar tampak semakin mewah, khususnya di tipe tertinggi. Setirnya terlihat sporty pakai desain sama seperti Suzuki Swift dan Dzire di India. Namun, tidak bisa diatur jangkauannya, hanya tilt steering saja. Area headunit seolah mengambang dan tertempel di middle stack. Ertiga GX dilengkapi monitor 6.eight” lengkap dengan koneksi smartphone dan Bluetooth. Seharusnya bisa lebih besar lagi karena dikelilingi pigura yang tergolong tebal. Ada kemajuan fitur lain dari sebelumnya. Kini sudah begin/stop button yang tidak perlu anak kunci lagi.

Eksterior Ertiga
Tampilan eksterior banyak mengundang perdebatan dan kritik. Sebab terlihat tidak authentic dan banyak kemiripan dengan mobil lain. Muka depan mengingatkan wajah Toyota Kijang Innova dengan lekukan di ujung lampu yang menyerupai Mitsubishi Outlander Sport. Area fog lamp tampak agresif berkat sirip yang menyilang membelah. Bagian samping tidak sepolos dulu. Walau masih tersisa detail Ertiga lama, garis tegas nan besar berhasil memberi efek yang tidak monoton lagi.

Bagian belakang kembali tidak original. Kaca pilar D yang dibuat menyatu dengan kaca belakang, menciptakan kesan mengambang tapi banyak diaplikasi mobil lain. Mengenai lampu belakang juga mudah dikaitkan dengan desain bokong Mitsubishi Xpander dan serupa Honda CR-V juga. Area roda tetap sama, pelek desain baru masih berukuran 15” dan dibalut ban 185/sixty five. Secara keseluruhan, desain All New Ertiga murni sebuah MPV tanpa ada campuran karakter SUV.

Mesin & Konsumsi BBM Suzuki Ertiga
Pengembangan mesin baru K15B, dipakai pertama kali oleh All New Ertiga. Tergabung dalam mesin K Series seperti K14B, foundation teknologinya masih sama dan tidak ada peningkatan. Di saat kompetitor sudah menerapkan teknologi katup di intake dan exhaust, mesin K15B masih setia dengan single VVT. Bore dan stroke bertambah panjang dan kubikasi mesin dinaikkan menjadi 1.462 cc agar daya terdongkrak. Hasilnya tenaga sebesar 104,7 PS di putaran 6.000 rpm dan torsi 138 Nm di 4.four hundred rpm.

Mesin lama terkenal irit tapi tidak kencang. Nah, mesin baru ini semestinya lebih cepat berakselerasi sekaligus bisa mempertahankan keiritan konsumsi BBM. Pada dasarnya mesin K Series memang dirancang sebagai EcoEngine. Jadi bukan performa kencang yang menjadi tujuan utama. Berdasarkan hasil pengujian bahan bakar dilakukan oleh Balai Teknologi Termodinamika, Motor dan Propulsi (BT2MP) dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), All New Ertiga transmis handbook memperoleh angka 18, 06 km/liter, dan transmisi matik sixteen,73 km/liter. Dari sisi gas buang dihasilkan, mesin K15B sudah terstandardisasi EURO 4.

Pengereman Ertiga
Semua tipe sudah dilengkapi Anti-lock Braking System (ABS) dan Electronic Brake-pressure Distribution (EBD) yang dulu tidak ada di tipe GA, GL. Karena dua fitur keselamatan aktif ini sudah teramat penting, terutama di kondisi lalu lintas yang semakin padat. Seharusnya kecelakaan beruntun bisa ditekan, karena roda tidak terkunci saat mengerem keras.

Untuk tipe GX mendapat opsi varian dengan fitur Electronic Stability Programmee (ESP). Fitur antimelintir yang biasanya hanya ada di mobil-mobil premium, mulai diterapkan juga di kelas lebih rendah. Sebuah tren yang bagus demi mengurangi angka kecelakaan.