Suzuki Ertiga Atau Xenia

Komparasi 3 mobil MPV 7 penumpang Tipe Harga Mesin Toyota Avanza All New 1.3 E M/T Rp147,5 juta EFI 1.298 cc, 5 transmisi maju All New 1.three E A/T Rp157,7 juta EFI 1.298 cc, four transmisi maju All New 1.3 G M/T Rp162,6 juta EFI 1.298 cc, 5 transmisi maju All New 1.3 G A/T Rp173,2 juta EFI 1.298 cc, 4 transmisi maju All NEw 1.5 G M/T Rp169,9 juta EFI 1.495 cc, 5 transmisi maju VELOZ 1.5 M/T Rp175,2 juta EFI 1.495 cc, 5 transmisi maju VELOZ 1.5 A/T Rp184,7 juta EFI 1.495 cc, 4 transmisi maju Dimensi: panjang four,14 m, lebar 1,sixty six m, tinggi 1,695 m, floor clearance 20 cm Daihatsu Xenia Seri D 126,6-132,four*) EFI 989 cc, guide 5 gigi maju Seri M a hundred thirty,6-149,four*) EFI 989 cc, guide 5 gigi maju Seri X 141,2-143,5*) EFI 1.298cc, handbook 5 gigi maju Seri R M/T one hundred forty five,2-163,8*) EFI 1.298cc, guide 5 gigi maju Seri R A/T 156,7-173,9*) EFI 1.298cc, computerized four gigi maju Panjang four,14 m, lebar 1,66 m, tinggi 1,695 m**), ground clearance 17/18 cm Ket: *) Rp juta **) seri D & M tingginya 1,685 m Suzuki Ertiga GA Rp143 juta MPI 1.373 cc, 5 gigi maju GL Rp153 juta MPI 1.373 cc, 5 gigi maju GX Rp165 juta MPI 1.373 cc, 5 gigi maju Panjang four,265 m,lebar 1,695m, tinggi 1,685 m, floor clearance 18,5 cm Sumber: Kompilasi data Ket: Harga untuk on the highway Jakarta JAKARTA: Judul tulisan ini mungkin mewakili benak sebagian pembaca yang tengah berburu mobil MPV (multi purpose automobile) tipe 7 penumpang dengan harga yang terjangkau.

Ini bisa dimaklumi, karena menginjak awal 2012 komunitas otomotif di Tanah Air seolah masih terbius dengan gebrakan Grup Astra yang mengeluarkan varian terbaru Daihatsu Xenia dan Toyota Avanza, yaitu All New Xenia, All New Avanza, dan Avanza Veloz.

Melalui sentuhan pada bodi dan fitur kenyamanan, Xenia dan Avanza kembali menggebrak pasar mobil kelas MPV berharga terjangkau dengan banderol tertinggi Rp184,7 juta untuk Toyota Avanza Veloz 1.5 A/T (transmisi otomatis). Sementara itu banderol paling murah di degree Rp126,6 juta untuk All New Xenia Seri D.

Euforianya pun masih terus bergaung, karena besutan baru Xenia-Avanza baru dirilis awal November 2011, sehingga benar-benar menjadi acuan atau referensi bagi masyarakat yang merencanakan membeli mobil baru tahun ini. Namun, konsentrasi para pemburu mobil MPV 7 penumpang sepertinya akan terpecah dengan gebrakan Suzuki yang menawarkan mobil MPV berdesain bonnet (moncong penuh), yaitu Suzuki Ertiga.

Ini boleh dibilang merupakan paradigma baru bagi Suzuki di Indonesia, karena selama ini selalu mengandalkan desain mobil tanpa bonnet (moncong) seperti generasi Carry yang kemudian sedikit bermetamorfosa dengan kehadiran APV berdesain semi bonnet (moncong pesek). Kedua desain mobil MPV Suzuki tersebut saat ini bisa ‘hidup berdampingan secara damai’, karena masih memiliki segmen penggemar tersendiri.

Nah, kehadiran Ertiga benar-benar merupakan gebrakan revolusioner Suzuki di pasar MPV Tanah Air, karena mobil itu berkonsep bonnet. Artinya dapur mesin terletak di depan kemudi, bukan di bawah tempat duduk pengemudi.

Dari sisi desain bonnet tersebut, Ertiga akan tampil menjadi pesaing Xenia dan Avanza. Lihat saja dimensi atau ukuran Ertiga yang hampir mirip dengan Xenia-Avanza.

Suzuki Ertiga memiliki dimensi panjang four,265 m,lebar 1,695m, tinggi 1,685 m. Bandingkan dengan Xenia-Avanza dengan dimensi panjang four,a hundred and forty m, lebar 1,660 m, tinggi 1,695 m, kecuali untuk All New Xenia seri D & M yang tingginya 1,685 m.

Suzuki Ertiga lebih panjang 12,5 centimeter (cm) jika dibandingkan dengan Xenia-Avanza. Namun, dimensi lebarnya hanya terpaut three,5 cm, sedangkan tingginya hanya terpaut 1 cm.

Perbedaan yang agak signifikan dari sisi dimensi untuk ketiga MPV itu adalah ground clearance atau jarak lantai terbawah mobil dengan tanah. Suzuki Ertiga memiliki ground clearance 18,5cm.

Sementara itu All New Xenia memiliki floor clearance 17 cm untuk seri D & M serta 18,5 cm untuk seri X & R, sedangkan Avanza memiliki ground clearance 20 cm.

Namun, secara umum Ertiga dan Xenia-Avanza menawarkan konsep ‘tata ruang’ yang sama untuk mengangkut 7 penumpang dalam format tiga deret tempat duduk: depan, tengah, belakang.

Bagi penggemar berat merek Toyota dan Suzuki, mungkin sudah tidak relevan lagi membandingkan tiga varian MPV ini, karena toh Anda sudah memiliki preferensi merk tertentu.

Namun, bagi Anda yang masuk kelompok ‘masa mengambang’ tidak ada salahnya membandingkan Ertiga dan Xenia-Avanza. Penulis menilai ada dua faktor utama yang layak sebagai acuan perbandingan, yaitu harga dan teknologi mesin.

Toyota Avanza, Daihatsu Xenia, dan Suzuki Ertiga memiliki spesifikasi mesin yang berbeda jika dilihat dari dua parameter utama, yaitu kapasitas mesin dan teknologi penyemprotan bahan bakar.

Daihatsu All New memiliki dua varian mesin tipe EFI (digital gasoline injection) berdasarkan kapasitasnya, yaitu 989 cc (three silinder) dan 1.298cc (4 silinder).

Mesin 989 cc—yang terlanjut latah disebut mesin bertipe 1.000 cc—digunakan untuk varian seri D dan M. Adapun mesin 1.298cc (dibulatkan menjadi 1.300 cc) digunakan untuk membesut tenaga seri X dan R.

Baik Avanza maupun Xenia sama-sama mengadopsi teknologi EFI. Hanya saja, dari sisi kapasitas mesin, Grup Astra memang sengaja membatasi Xenia di 1.000 cc dan 1.300 cc agar tidak merusak pasar saudaranya, yaitu Avanza yang memiliki segmen mesin 1.300 cc dan 1.500.

Yang agak berbeda secara signifkan adalah teknologi mesin Suzuki Ertiga. MPV besutan baru PT Suzuki Indomobil Sales ini mengadopsi teknologi mesin bersistem distribusi bahan bakar MPI (multipoint injection) yang juga digunakan untuk APV dan mobil SUV (sport utility automobile) Vitara.

Ertiga mengadopsi mesin 1.373 cc yang mungkin disengaja agar tidak merusak pasar saudara tuanya, Suzuki APV, yang mengadopsi teknologi mesin MPI 1.493 cc.

Ertiga seri GA, GL, GX tidak memiliki perbedaan teknologi mesin. Ketiga varian itu hanya dibedakan berdasarkan fitur kenyamanan seperti power steering manual untuk seri GA dan power steering electric untuk seri GL dan GX.

Fitur pembeda kenyamanan lainnya adalah eksterior, interior,energy window dan desain pendingin ruangan.

Nah dari sisi kapasitas mesin, Anda memiliki empat varian untuk memilih MPV 7 penumpang: 1.000 cc, 1.300 cc, 1.four hundred cc (pembulatan dari 1.373 cc Ertiga), dan 1.500 cc.

Silahkan tentukan pilihan Anda berdasarkan kebutuhan, apakah mengutamakan pengiritan BBM atau tenaga mobilnya.

Dari sisi pengeluaran BBM, mesin 1.000 cc sangat direkomendasikan, berarti pilihannya jatuh ke All New Xenia seri D dan M. Namun, rasanya kurang bijak kalau memaksakan mobil 1.000 cc untuk kegiatan operasional mengangkut banyak penumpang di daerah bermedan berat (penuh tanjakan). Pilhan dikotomis antara EFI dan MPI boleh dibilang relatif, karena Suzuki sampai sekarang oke-oke saja mengadopsi mesin MPI untuk Vitara dan APV.

Pertimbangan teknologi mesin juga tidak terlepas dari faktor harga. Untuk saat ini Toyota Avanza memiliki varian harga yang paling banyak, yaitu 7 varian (lihat tabel). Harga Toyota termurah dibanderol Rp147,5 juta untuk seri All New 1.three E M/T bersmesin EFI 1.298 cc dengan transmisi handbook 5 gigi maju dan 1 gigi

Harga tertinggi Toyota Avanza dibanderol Rp184,7 juta untuk seri Veloz 1.5 A/T bersmesin EFI 1.495 cc dengan sistem transmisi otomatis. Harga-harga tersebut adalah harga on the road untuk Jakarta.

Daihatsu All New Xenia memiliki 5 varian harga dengan banderol terendah Rp126,6 juta-Rp132,4 juta untuk Seri D bermesin EFI 989 cc (three silinder) transmisi handbook. Adapun banderol harga All New Xenia tertinggi jatuh pada seri Seri R A/T (Rp156,7 juta-Rp173,9 juta) bermesin EFI 1.298cc (four silinder) dengan transmisi otomatis.

Lalu bagaimana dengan Suzuki Ertiga? MPV bonnet Suzuki ini memiliki three varian harga, yaitu seri GA Rp143 juta, seri GL Rp153 juta, dan seri GX Rp165 juta. Price positioning Ertiga sengaja berada di tengah-tengah antara Xenia dan Avanza. Silakan Anda kalkulasikan bandingkan harga ketiga merk mobil MPV Daihatsu All New Xenia, All New/Veloz Avanza, dan Suzuki Ertiga. Kalau mengacu kepada harga, sebenarnya ada satu merk yang layak dipertimbangkan yaitu New Grand Livina dari Nissan. Kebetulan, penjualan Grand Livina ditangani oleh induk perusahaan yang sama dari Suzuki Ertiga, yaitu Grup Indomobil. Jadi semakin lengkaplah polarisasi persaingan antara Grup Astra dan Grup Indomobil di segmen MPV bonnetberharga terjangkau, karena keduanya sama-sama memiliki dua jagoan andalan.

Grup Astra mengandalkan Daihatsu Xenia dan Toyota Avanza, sedangkan Indomobil mengandalkan New Grand Livina dan Suzuki Ertiga.

Setidaknya ada empat pilihan New Grand Livina, kendati Anda harus mengeluarkan kocek paling rendah Rp162 juta untuk mendapatkan seri 1.5 S MT bermesin 1.500 cc dengan transmisi manual.

Pilihan kedua adalah seri 1.5 SV MT (1.500 c) dengan banderol Rp172 juta untuk transmisi guide dan Rp182 juta untuk transmisi otomatis. Terakhir adalah seri 1.5 XV MT (1.500 cc transmisi manual) dengan banderol harga Rp187 juta.

Harga empat seri New Grand Livina ini setara dengan varian tertingginya Xenia dan varian menengah ke atasnya Toyota Avanza.

Apakah Anda mempertimbangkan faktor harga jual kembali? Kalau ya, maka mau tidak mau pilihannya adalah ke Avanza. Maklum, karena pasar mobil bekas di Tanah Air terlanjur terindoktrinasi bahwa harga jual mobil Toyota paling tinggi di antara yang lain.

Namun, kalau Anda mengesampingkan faktor tersebut, Anda memiliki 19 pilihan varian dari empat merk, yaitu 7 varian Toyota Avanza, 5 varian Daihatsu Xenia, 3 varian Suzuki Ertiga, dan four varian Nissan New Grand Livinda .

Pilihan itu sangat berjenjang dari sisi harga, sehinggga Anda bisa membuat skala atau urutan pilihan sesuai dengan kemampuan anggaran untuk memiliki mobil MPV 7 penumpang idaman Anda. Selamat berburu! (sut/)

BACA JUGA ARTIKEL LAINNYA:MORE ARTICLES:Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: ).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.